Berbagi, Mengabdi, Bersama Membangun Negeri

Senin, 03 April 2017

PUISI : Kehilangan Yang Tersayang

Oleh : Siti Indrayani



Tangis sembilu seminggu lalu

Membuat aku mengerti, bahwa

Aku telah kehilangan

Kehilangan sosok

Yang tak mungkin kutemukan pada jiwa lain

Aku tak tahu apakah hariku di sini,

Kau alami juga di sana

Apakah detik dan jam yang kulalui di sini

Kau lalui juga di sana



Wahai mamak ( nenek)

Belum sempat aku memelukmu

Dibalik ketidakaberdayaanmu

Belum sempat pula aku melihat

Senyum merekah terakhir

Di bibirmu

Kau sudah kembali kepada-Nya

Ke pangkuan-Nya

Dia, dia Dzat yang Maha Segalanya



Wahai mamak (nenek)

Sungguh saat ini ku merindumu

Merindu ocehan garangmu

Merindu semua kenangan ,Yang selalu kau torehkan

Di kehidupanku



Wahai mamak

Tak akan lagi kutemukan sosokmu di waktu subuh

Takan lagi kudengar tawamu

Ketika konyolku kuperankan

Takan lagi kulihat dan kudengar sedihmu

Ketika ku beranjak pergi ke tanah perantauan



Wahai mamak

Hati ini bak tersayat

Ketika harus menerima kenyataan itu

Langit yang kala itu terang benderang

Seolah berubah kelabu

Kelabu yang kemudian hitam

Bak arang diperapian

Gelap, dan entah harus kemana mamak



Mamak

Bukan kabar itu yang ingin aku dengar di perantuan

Bukan kabar itu yang kuharapkan

Sungguh jika tak ada tulang diraga ini

Lunglaila sudah raga ini mak



Mamak

Sungguh kusayang mamak

Ku sayang mamak selamanya



Mamak

Sedih hati ini ketika kupaksakan ikhlas

Sedih hati ini ketika harus percaya takdir

Takdir yang sudah menuntun mamak

Menuntun mamak bertemu Dia

Dia Yang Maha Kuasa



Mamak

Hanya doa yang bisa panjatkan disetiap sujudku

Semoga kau tenang bersama-Nya mamak

Salam sayang dari duniaku yang berbeda denganmu

Mamakku
Share:

0 komentar:

Posting Komentar